Psy-war di Pilgub DKI-Jakarta

Perkembangan teknologi selalu saja memiliki dampak negatif dan positif, tergantung bijak tidaknya seseorang untuk menggunkannya. Perkembangan teknologi mempermudah semua kalangan dalam mengakses berbagai hal misalnya sosial media seperti instagram. Instagram yang awalnya digunakan untuk memposting foto kini sudah menjadi multifungsi dengan adanya fitur-fitur baru seperti instastory atau kadang disebut dengan snapgram.

Berbicara tentang instagram, akhir-akhir ini banyak sekali akun-akun propaganda yang mengatasnamakan agama atau kelompok tertentu. Isinya sudah pasti memuja kelompoknya dan mencela kelompok lain secara berlebihan. Belum lagi, komentar-komentar yang tidak pantas menyerbu setiap postingannya dan perdebatan-perdebatan yang sama sekali tidak penting untuk diperdebatkan bertebaran disana. Kadang aku bingung kok sempat-sempatnya ya mereka mengurusi hal-hal seperti ini, atau mungkin memang mereka dibayar untuk itu. Seperti kasus Pilgub DKI waktu lalu, “Psy-war” antara agama satu dengan lainnya, antara pendukung yang satu dengan yang lainnya sangat pelik untuk disaksikan, banyak orang/kelompok yang merasa dirinya/kelompoknya paling benar, primordial.

Isu SARA (Suku, Agama dan Ras antar golongan) menjadi salah satu permasalahan bangsa ini. Sebenarnya, sah-sah saja jika memilih sesuatu, bertindak sesuatu berdasarkan apa yang kita suka, “preferensi” namanya, itu lumrah. Yang menjadi masalah adalah ketika kita membenci seseorang atau kelompok tertentu karena preferensinya terhadap sesuatu yang tidak sama dengan kita. Misalnya, saya seorang muslim memilih pemimpin muslim karena anjuran agama saya, perintah Tuhan saya, meskipun pemimpin yang saya pilih tidak lebih baik dari calon pemimpin lainnya, so what?? Namun, perkembangan informasi oleh media-media yang tidak bertanggungjawab, melalui sosial media misalnya menjadikan hal-hal yang seperti ini menjadi masalah besar dan menganggap ini adalah suatu pemikiran dan tindakan yang ‘kolot’. Padahal ini hanya masalah biasa yang sama halnya ketika ada muslimah yang berhijab ada yang tidak, ada muslim yang solat ada yang tidak, ada muslim yang puasa ada juga yang tidak melaksankannya. Solat, puasa, menutup aurat, dan memilih pemimpin Muslim adalah perintah Tuhan, jika ada yang tidak melaksanakannya itu urusan Tuhan bukan urusan manusia. Bukan kah surga-neraka, pahala-dosa adalah hak perogratif Tuhan? maka disinilah peran dan tanggung jawab ulama untuk mengingatkan para muslim-muslimah, lalu kenapa penganut agama lain harus sewot? Yang menjadi salah adalah jika saya mencela, men-judge, dan bertindak yang tidak semestinya terhadap orang yang tidak memiliki kepercayaan yang sama, preferensi yang sama, dan pemikiran yang sama dengan saya.

Sebagai orang Islam, kita memiliki Al-quran sebagai pedoman hidup. Alquran kitab yang universal dalam mengatur kehidupan, baik manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam sekitarnya. Alquran diturunkan kepada manusia agar manusia berfikir. Maka, jadilah orang islam yang cerdas, aksi bela agama yang berjalan damai kemarin misalnya, memang menggetarkan hati. Semoga yang menjadi bagian aksi tersebut ikut bukan karena “keren-kerenan” bukan “ikut-ikutan” tapi karena memang kau benar-benar paham apa yang sedang kau lakukan dan perjuangkan. Hindari perdebatan-perdebatan yang tidak penting khususnya di sosial media. Jangan merasa pintar, jika tidak mampu menjelaskan dengan baik, diamlah. Kenali agamamu, kenali Tuhan mu, laksanakan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Jadilah orang islam yang tidak mudah meluap emosinya, ketika ummat lain menghinamu dan mencela kepercayaanmu, sungguh itu hanya karena ketidaktahuan mereka. Tak kenal maka tak sayang bukan. Apalagi sibuk membanding-bandingkan agama mu dengan agama lain, padahal solat enggak puasa jarang, jangan sampai. Tuhan lebih marah ketika kau tidak melaksankan solat daripada ketika kau tidak membela agamamu melalui perdebatan. Berbuat baiklah kepada setiap orang terlepas orang tersebut akan membalas kebaikan mu atau tidak. Sungguh segala kebenaran hanyalah milik-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s